SEJARAH DESA

SEJARAH DESA NGEMPLAK LOR

Desa Ngemplak Lor adalah Desa yang terletak di sebelah paling utara wilayah Kecamatan Margoyoso,yang berbatasan dengan Desa Kedungsari Kecamatan Tayu .Desa Ngemplak Lor terjadi karena berkat kerja keras ulama besar ( Waliyallah ) Mbah Ronggo Kusumo Ngemplak Kidul.

Konon ceritanya, Mah Ronggo Kusumo asalnya adalah orang yang bertabiat kurang baik ,merampok, mbegal, kecu, dsb, namun karena kesadarannya beliau insyaf dan  akan nyantrik ( merguru ) Kepada Syeh H.Ahmad Mutamakkin Kajen tentang ilmu – ilmu agama maupun ilmu lain ,Syeh  H Ahmad Mutamakkin mau menerima asal Mbah Ronggo Kusumo sanggup memenuhi persyaratannya termasuk mbabat alas ( Hutan ) sebelah barat Desa Kajen dari selatan ke utara sebagai tempat tinggal ataupun untuk bercocok tanam .Mah Ronggo Kusumo sendiko dhawuh (menyanggupinya) siap melaksanakan perintah Syeh H Ahmad Mutamakkin .

Singkat cerita Mbah Ronggo Kusumo berhasil membuka tanah ( mbabat alas ) kelihatan padang /terang “emplak – emplak “ disebelah selatan (Kidul) sehingga diberi nama Desa “Ngemplak Kidul”dan dilanjutkan karyanya mbabat alas (membuka tanah) di sebelah utara kelihatan padang/terang “emplak-emplak”di debelah utara (Lor) sehinggadiberi nama Desa “Ngemplak Lor”.

Jadi yang pertama membuka,menemukan ,dan memberi nama Desa Ngemplak Lor adalah Mbah Ronggo Kusumo  Waliyalloh yang sekarang bersemayam di Desa Ngemplak Kidul.

Setelah adanya Desa Ngemplak Lor itu ,dahulu terkisah seorang buronan belanda dari Kerajaan Mataram dating di desa Ngemplak Lor Bernama : “Mbah Onggo”.beliau bertapa/berkholwat di Desa Ngemplak Lor dibawah pohon dan sambil duduk “dingklik” tepat tempatnya adalah sebelah utara makam Syeh Lami sekarang hingga terkenal dengan sebutan Mbah Onggo Dingklik.( Ada pendapat : Makam Mbah onggo yang ada sekarang hanya petilasan makam yang ashli ada Di daerah Juwana).

Dalam memimpin ,menjaga Desa Ngemplak Lor tersebut di suatu waktu Mbah Onggo merasa tidak mampu lagi karena banyak pagebluk/wabah penyakit ,dan ancaman –ancaman lain , perampok ,hingga beliau meminta bantuan ( Jago ) dari desa tertangga yaitu Waliyullah Syeh Ahmad Mizan ( Keponakan Syeh Ahmad Mutamakkin ) dari Desa Margotuhu.Permintaan diterima bantuan disanggupi lalu dikirim seorang “jago” /pemuda keponakan Syeh Mizan sendiri yang bernama “ Lami ” untuk membantu Mbah onggo  dingklik dalam  menanggulangi beberapa penyakit,  menumpas kejahatan dan segala kesulitan –kesulitan Mbah Onggo dingklik dengan perjanjian, apabila berhasil agar sumber air dari Ngemplak Lor itu  dapat mengalir dan dimanfaatkan oleh warga Margotuhu dan sekitarnya.

Alhamdulillah berkat ijin dan Ridlo Allah Mbah Lami dapat menyelesaikan tugas – tugas dari pamannnya ( Syeh Mizan ) dengan baik. Dengan keberhasilan Mbah  Lami itu beliau sekarang menjadi Pepunden  Desa Ngemplak Lor dengan sebutan “Mbah Lami”karena setiap tahunnya cucu-cucunya menghormati dengan mengadakan haul tepatnya setiap tanggal 15 Apit / Dzul Qo’dah, maka Mbah Lami diberi sebutan oleh cucu-cucunya “ Syeh Lami” hingga sekarang .

Dalam cerita Mbah Onggo Dingklik belum selesai karena keberadaanya diketahui oleh Belanda hingga diburu, dalam perburuannya itu sampai ke Desa Growong Juwana ,dalam pengejarannya Mbah Onggo tertangkap di sungai Juwana dan terbunuh.Gugurlah Mbah Onggo ,namun dalam kematian itu ada yang aneh, walaupun Mbah Onggo sudah tgterbunuh namun dzakarnya masih hidup .Dzakar tersebut bisa mati jika dicucup oleh  Belanda,dan matilah semuanya.Dengan kematian itu Mah Onggo merasa puas karena hakikatnya beliau telah dapat menaklukkan Belanda dengan menyucup buah dzakarnya tersebut.

Setelah selesainya Syeh Lami dalam memimpin /menata rakyat Desa Ngemplak Lor Syeh Lami meninggalkan beberapa peninggalan –peninggalan.Desa yang sudah tertata banyak menanam kan jiwa sosial kerukunan tinggi dan akhirnya wafat Di Desa Ngemplak Lor  dan bersemayam Di Makam Islam  Ngemplak Lor dengan sebutan “ Makam Islam Syeh Lami ”.

Setelah Wafatnya Syeh Lami itu kepemimpinan dan perjuanagn itu dilanjutkan oleh cucu –cucunya atau sesepuh hingga sekarang.

Adapun pemegang pimpinan / petinggi ( Kepala desa ) dalam kurun waktu ke waktu adalah sebagai berikut.:

 

  1. Sumo Miun/ H Abdus Syukur Tahun …… ( Jaman Pemerintahan Belanda )
  2. Sumo Wijoyo Tahun 1941 s/d tahun 1945 ( Resolusi Belanda )
  3. Supardam Tahun 1945 s/d tahun 1947.
  4. H Sunoto Tahun 1947 s/d tahun 1975.
  5. H Sunarto Tahun 1975 s/d tahun 1989.
  6. Riyanto . B Sc Tahun 1989 s/d tahun 2008  ( Dua Periode ).
  7. Rofi’i. S Pd I Tahun 2008 s/d sekarang

Sejarah singkat ini dikutip dari beberapa nara sumber yaitu beberapa tokoh, sesepuh  oleh Bapak Rofi’i. S Pd I  guna melengkapi profil desa Desa Ngemplak Lor Adapun Nara sumber :

 

  1. Bpk Moh Hardiyanto
  2. Bapak H Sunoto
  3. Bapak H Sunarto
  4. Bapak Fathur Rohman.
Facebook Comments