CERIPING, PRODUKSI LOKAL NGEMPLAK LOR YANG RENYAH DAN ENAK

Ngemplak Lor, Senin (8 Januari 2018). Mahasiswa KKN Undip desa Ngemplak Lor mendatangi Industri rumah tangga milik Bapak/Ibu Sulis dan keluarga Ibu Sus.

Di Ngemplak Lor sendiri banyak sekali perkebunan singkong, dan juga mayoritas warganya berprofesi sebagai petani singkong. Singkong hasil panen biasanya di kirim ke Pabrik Tepung Tapioka di Ngemplak Kidul atau diolah. Salah satunya Pak Sulis, yang mengolah singkong untuk dijadikan Ceriping (keripik dari singkong). Selain Ceriping, juga bisa diolah menjadi tepung mokap

Prosesnya yang pertama singkong dikupas dan dipotong melintang tipis-tipis menggunakan mesin potong, kemudian singkong yang sudah dipotong di jemur dibawah sinar matahari sampai kandungan air didalamnya hilang. Lamanya penjemuran sendiri tergantung cuaca, untuk kondisi cuaca cerah cukup satu hari penuh, akan tetapi untuk kondisi cuaca yang berubah-rubah, bisa dua sampai 4 hari proses pengeringan. Setelah kering, kemudian singkong dimasak. Terakhir ceriping diberi bumbu dan dibungkus persatukilogram. Untuk harga jual sendiri, setiap kilonya dihargai Rp 20.000,00 Dalam satu kali produksi Pak Sulis dibantu 3 karyawan bisa membuat 5 kwintal Ceriping. Namun apabila musim hujan biasanya hanya membuat 2-3 kwintal tanpa mempekerjakan karyawan dikarenakan bahan baku yang lebih sedikit.

 

Selain membuat ceriping, pak Sulis juga membuat tepung mokap dari singkong. Untuk harga jual sendiri, tepung mokap lebih mahal. Akan tetapi pembuatan tepung ini untuk sekarang hanya bisa diproduksi oleh pak Sulis setiap musim panas. Dikarenakan apabila dalam proses pengeringan terlalu lama karena hujan, tepung biasanya terkena jamur, sehingga hasilnya menjadi tidak bagus, dan harga jual turun.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan